Archives
-
IHCJ - JUNI
Vol. 1 No. 1 (2026)Asma adalah penyakit dengan inflamasi kronis saluran napas yang ditandai oleh gejala seperti mengi, sesak napas, dada terasa terikat, dan batuk, disertai hambatan aliran ekspirasi yang bervariasi. Berdasarkan data penderita asma yang didapatkan dari RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh pada tahun 2024 yaitu sebanyak 168 orang yaitu 93 pasien laki-laki dan 74 pasien perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nebulisasi terhadap keefektifan jalan nafas pada pasien penderita asma diruang paru RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Quasy-Eksperimen yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian nebulisasi terhadap ketidakefektifan jalan napas pada pasien penderita asma, populasi adalah pasien dengan kejadian asma dengan alat pengumpulan data melalui wawancara dan observasi dengan sampel 16 pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value<0,001 yang menunjukan kurang dari nilai signifikan 0,05. Rata-rata keefektifan jalan nafas pada pasien dengan penderita asma sebelum dan sesudah pemberian nebulisasi di ruang paru RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh Tahun 2025 dari 25.63 kali/menit menjadi 20.56 kali/menit. Kesimpulan penelitian menunjukan ada pengaruh pemberian nebulisasi terhadap keefektifan jalan nafas pada pasien dengan penderita asma. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti dalam memahami efektivitas terapi nebulisasi pada pasien asma, menambah wawasan bagi mahasiswa keperawatan, serta mendorong penerapan terapi nebulisasi yang tepat untuk mendukung penyembuhan pasien dan peningkatan kualitas pelayanan.










